Zeiniye Gelar Sosialisasi Literasi Jurnalistik di Situbondo, Wartawan Diminta Utamakan Akurasi

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:43:17 WIB

SITUBONDO — Anggota DPRD Jawa Timur Zeiniye menggelar sosialisasi bertajuk “Literasi Jurnalistik di Era Disrupsi Media” bertempat di BR Cafe Situbondo, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, perwakilan Ormas Fatayat, wartawan, IPNU, kepala sekolah SMP dan SMK, PKK, FES, serta ratusan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Zeiniye mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi.

Menurutnya, literasi jurnalistik menjadi penting agar masyarakat tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memahami bagaimana sebuah berita diproduksi dan bagaimana informasi seharusnya disampaikan kepada publik.

“Di era digital seperti sekarang, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga bisa menjadi penyebar informasi. Karena itu, wawasan literasi jurnalistik menjadi penting,” ujar Zeiniye.

Ia menilai pemahaman terhadap jurnalistik juga dibutuhkan oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat, pelajar, organisasi kemasyarakatan, hingga aparatur dan pengelola lembaga.

Sebab, menurut Zeiniye, perkembangan media sosial membuat batas antara pembaca, pembuat konten, dan penyebar informasi semakin tipis.

“Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya kemudian ikut disebarkan. Kita harus membiasakan diri memeriksa sumber dan memahami konteks sebuah informasi,” katanya.

Zeiniye berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat semakin kritis dalam menerima informasi sekaligus ikut menciptakan ekosistem media yang sehat.

Sementara itu Marsuki M. Astro yang bertindak sebagai pemateri menegaskan bahwa profesi wartawan tidak berhenti pada kemampuan menulis berita. Setiap informasi yang dipublikasikan harus memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Wartawan itu bukan hanya dituntut bisa menulis, tetapi apa yang ditulis harus bisa dipertanggungjawabkan,” kata Marsuki.

Menurut redaktur LKBN ANTARA ini, wartawan harus menempatkan akurasi sebagai prinsip utama dalam menjalankan tugas jurnalistik. Kecepatan dalam menyampaikan informasi tidak boleh mengalahkan proses verifikasi.

“Kecepatan itu penting, tetapi akurasi jauh lebih penting. Jangan sampai karena ingin menjadi yang pertama, wartawan justru menjadi yang pertama menyebarkan informasi yang salah,” ujarnya.

Marsuki juga menjelaskan pentingnya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan sebuah pemberitaan. Berita tidak boleh hanya dibangun dari satu sumber atau satu sudut pandang.

“Kalau ada pihak yang diberitakan, kita harus memberikan kesempatan untuk memberikan penjelasan. Jangan sampai berita hanya mengambil satu sisi kemudian langsung menyimpulkan,” katanya.

Ia juga mengingatkan wartawan untuk membedakan fakta, opini, dan asumsi. Fakta yang diperoleh melalui proses peliputan harus menjadi dasar utama dalam penulisan berita.

“Jangan mencampurkan fakta dengan opini pribadi. Wartawan boleh mempunyai pendapat, tetapi dalam berita fakta harus tetap menjadi dasar,” tegasnya.[]

Terkini