Sukses di Asian Youth Games, Triatlon Indonesia Kini Bidik Youth Olympic Games 2026

Sukses di Asian Youth Games, Triatlon Indonesia Kini Bidik Youth Olympic Games 2026

*JAKARTA* – Prestasi gemilang diraih tim triatlon Indonesia di ajang Asian Youth Games (AYG) 2025 di Bahrain. Dua medali berhasil dibawa pulang, menjadi modal berharga sekaligus motivasi kuat bagi tim untuk menatap Youth Olympic Games (YOG) 2026 di Dakar, Senegal.

Dalam ajang tersebut, Indonesia menurunkan lima atlet muda potensial: Aira Martha Ardistri, Maurizka Nur Azizah, Wahyu Tri Utomo Sembiring, Leader Matthew Wisanggeni, dan Keannan Fathor Arrashy Rolland. Mereka turun di tiga nomor, yakni girls super sprint triathlon, boys super sprint triathlon, dan *mixed team relay super sprint.

Dari ketiga nomor tersebut, Indonesia sukses meraih dua medali, yakni perak di nomor mixed team relay (Aira, Azizah, Wahyu, dan Keannan) serta perunggu di nomor girls individual super sprint yang diraih oleh Aira Martha Ardistri.

Aira Bangga dan Termotivasi untuk Berprestasi Lebih Tinggi

Aira, atlet muda kelahiran Sidoarjo, 4 Januari 2010, mengaku tidak menyangka bisa meraih medali di penampilan perdananya di ajang sebesar Asian Youth Games. Ia mengatakan, pelatih sebenarnya tidak menargetkan hasil khusus, namun semangat dan keinginan untuk tampil maksimal menjadi kunci keberhasilannya.

“Jadi kemarin saling bersaing saja karena lawannya kuat-kuat dan hebat. Kendala juga ada, tapi cuma sedikit,” ujar Aira, dikutip Selasa (28/10/2025).

Aira menambahkan, pencapaian ini menjadi batu loncatan penting untuk terus berkembang dan bersaing di level dunia.

 “Pokoknya yang penting fokus, tenang, dan percaya diri. Saya ingin terus memperbaiki diri dan memberikan hasil terbaik untuk Indonesia,” ucapnya.

FTI Fokus Persiapan Menuju Youth Olympic Games 2026

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Federasi Triatlon Indonesia (FTI), Reswanda, menyampaikan bahwa target berikutnya bagi para atlet muda ini adalah tampil di Youth Olympic Games 2026. Menurutnya, ajang di Bahrain menjadi pengalaman berharga sekaligus tolok ukur untuk meningkatkan performa.

 “Tidak ada kata istirahat. Kami akan segera memperbaiki kekurangan agar bisa bersaing di Olimpiade Remaja dengan atlet-atlet dari luar Asia,” kata Reswanda.

Ia menambahkan, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan yang harus diantisipasi.

“Kami tahu di Bahrain panas, di Senegal juga panas. Jadi kami mencari lokasi latihan dengan kondisi serupa agar atlet lebih siap menghadapi situasi di sana,” ujarnya.

Jeddah Jadi Uji Coba Menuju Kualifikasi Olimpiade

Reswanda menjelaskan bahwa langkah selanjutnya bagi para atlet adalah mengikuti kejuaraan kontinental kelas youth sebagai syarat menuju Youth Olympic Games.

 “Rencananya, kejuaraan tersebut akan berlangsung di Jeddah pada Desember 2025,” ungkapnya.

FTI berencana mengirim sebanyak mungkin atlet muda potensial ke ajang tersebut untuk memperluas peluang kualifikasi.

 “Kami akan mem-propose sebanyak mungkin atlet. Karena kami akan ikut team relay, jadi minimal atlet yang tampil di AYG akan tetap kami pertahankan. Syukur-syukur kalau ada tambahan bibit baru,” tegasnya.

Triatlon Indonesia Terus Tumbuh di Kancah Internasional

Prestasi di Asian Youth Games 2025 menjadi bukti bahwa pembinaan triatlon di Indonesia terus berkembang. Keberhasilan meraih dua medali di level Asia menunjukkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam cabang olahraga ketahanan tinggi ini.

Dengan dukungan dari Federasi Triatlon Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), para atlet muda diharapkan mampu menembus persaingan global dan membawa nama Indonesia ke podium dunia.[]

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index